Cairan quantum berputar, materi yang sudah dilerkirakan keberadaannya lebih dari empat puluh tahun yang lalu, akhirnya telah ditemukan oleh tim di University of Cambridge. Materi, yang telah dirinci keberadaannya dalam bahan alami, menyebabkan elektron untuk "pecah menjadi potongan" meskipun pada kenyataannya mereka biasanya "diibaratkan sebagai blok bangunan yang terpisahkan", dan "tidak pernah terlihat sebelumnya" menurut Johannes Knolle, salah satu co-writer. Temuan ini bisa memiliki implikasi yang mendalam, dengan pengetahuan sebelumnya elektron membelah menjadi potongan-potongan takterpisahkan yang berpotensi membuat komputer kuantum jauh lebih cepat dari yang pernah dibayangkan. potongan-potongan ini, dikenal sebagai "Majorana fermion", bisa menjadi suatu yang sangat penting untuk pengembangan komputer kuantum. Cairan quantum berputar pertama kali diusulkan pada 1970-an dan ditindaklanjuti pada 1980-an. Ini telah lama dian...