Cara Mengatasi Resesi Global - Tetap Aman & Nyaman Selama Krisis Ekonomi

cara mengatasi resesi

Banyak orang belum mengetahui bagaimana cara mengatasi resesi ekonomi. Sehingga saat hal ini terjadi banyak yang belum siap untuk melaluinya, yang berujung dengan turunnya tingkat kesejahteraan hidup mereka.

Misalnya pada resesi ekonomi saat pandemi Covid-19 lalu, yang dampaknya menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pada saat hal itu terjadi banyak orang yang belum mengetahui cara mengatasi resesi ekonomi.

Sehingga tingkat kemiskinan di Indonesia meningkat dan banyak orang terpaksa bertahan dengan mengandalkan bantuan sosial. Menurut informasi dari BPS, pada akhir tahun 2020 tingkat kemiskinan naik dari 9,2& menjadi 9,7%. Dengan kata lain sekitar 1,3 juta orang menjadi miskin.

Pada tahun 2023 ini banyak peneliti memperkirakan akan terjadi kembali resesi ekonomi. Bagi yang belum mengetahui cara mengatasi dampak dari resesi ekonomi, berikut ini ulasan mengenai apa itu resesi ekonomi. Dan berbagai tips untuk mengatasinya.

Apa Itu Resesi Ekonomi ?

resesi adalah

Dalam istilah ekonomi, resesi adalah pertumbuhan ekonomi negatif selama periode waktu tertentu. Pada umumnya lembaga keuangan dan ahli ekonomi sepakat dengan batasan waktu dua kuartal berturut-turut.

Pertumbuhan ekonomi negatif sendiri dapat diartikan sebagai kontraksi pendapatan. Dalam hal resesi ekonomi penurunan ini terjadi pada lingkup suatu negara maupun global.

Pada umumnya salah satu indikator terjadinya resesi ekonomi adalah penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut. PDB senidir mencerminkan nilai barang maupun jasa yang ada pada suatu negara.

Produk domestik bruto adalah ukuran yang mencerminkan output ekonomi suatu negara. Negara-negara dengan PDB yang lebih besar akan memiliki jumlah barang dan jasa yang lebih besar, dan umumnya akan memiliki standar hidup yang lebih tinggi.

Karena alasan ini, banyak orang melihat pertumbuhan PDB sebagai indikator awal untuk melihat keberhasilan suatu pemerintahan secara nasional. Semakin tinggi PDB nya maka akan semakin kuat perekonomian negara tersebut.

Sehingga terjadinya penurunan drastis PDB suatu negara merupakan indikasi melemahnya kegiatan perekonomian. Dan tidak jarang akan berujung pada krisis ekonomi maupun sosial pada negara tersebut.

Dampak resesi ekonomi adalah melemahnya perekonomian dari banyaknya usaha yang bangkrut dan turunnya daya beli masyarakat. Sehingga saat resesi tingkat pengangguran akan meningkat tajam dan banyak usaha yang gulung tikar karena kekurangan pembeli.

Penyebab Resesi Ekonomi

penyebab resesi

Resesi ekonomi dapat disebabkan oleh banyak faktor yang berbeda. Misalnya hilangnya kepercayaan konsumen, suku bunga tinggi, jatuhnya pasar saham, perang, pandemi dan perkembangan teknologi.

Banyak anggapan penurunan PDB sebagai penyebab resesi. Tetapi lebih tepatnya PDB merupakan sinyal peringatan bahwa resesi sedang berlangsung. Karena laporan PDB penyampaiannya setiap empat bulan. Jadi resesi mungkin sudah berlangsung selama beberapa bulan pada saat laporan PDB menjadi negatif.

Namun secara global, resesi ekonomi terjadi akibat melemahnya ekonomi pada suatu negara. Sehingga peristiwa yang dapat menyebabkan ekonomi melambat akan menghasilkan resesi jika pemerintah tidak segera mengantisipasinya.

Negara kita sendiri sempat mengalami beberapa kali resesi, misalnya :

Krisis ekonomi tahun 1998, yang terjadi akibat turunnya nilai tukar Rupiah dan pergolakan politik.

Pandemi Covid-19, berawal dari kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, menyebabkan turunnya produksi barang dan jasa. Sehingga berujung pada krisis ekonomi dan sosial dengan menurunnya PDB pada tahun 2020.

Cara Mengatasi Resesi Ekonomi

cara mengatasi resesi krisis

Anda tidak akan pernah tahu pasti kapan resesi terjadi. Sehingga melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kondisi terburuk dapat membantu Anda melalui resesi dengan nyaman.

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu Anda bersiap menghadapi keadaan darurat ekonomi.

1. Hilangkan Hutang Anda

Hutang seringkali tidak bisa dihindari, namun ada cara untuk mengurangi jumlah hutang yang Anda miliki. Menghilangkan hutang Anda pada akhirnya akan meningkatkan arus kas Anda.

Jika Anda memiliki hutang besar selain hipotek, Anda harus fokus untuk melunasi saldo tersebut terlebih dahulu. Anda bisa memulainya dengan mengurangi jumlah kartu kredit yang Anda miliki.

2. Melacak Pengeluaran Bulanan

Pengeluaran bulanan akan bertambah dengan cepat jika Anda tidak berhati-hati dalam mengelolanya. Untuk itu lacak pengeluaran tetap dengan meninjau semua pengeluaran bulanan Anda.

Pisahkan kebutuhan Anda, seperti utilitas, sewa, dan makanan, dari keinginan Anda, seperti ponsel baru atau kendaraan baru. Setelah Anda menyadari berapa banyak uang tunai yang Anda butuhkan untuk kebutuhan dasar, Anda dapat mulai mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan menghemat uang.

Untuk itu, sebelum resesi terjadi, hindari gaya hidup konsumtif, agar tidak terbiasa melakukan pengeluaran berlebihan. 

3. Mencari Pekerjaan Paruh Waktu

Ketika masa-masa sulit, memiliki sumber pendapatan tambahan dapat membedakan antara hidup sejahtera dengan kekurangan. Selain itu, pekerjaan sampingan atau bisnis kecil tidak hanya menghasilkan pendapatan tambahan. Tetapi juga memberi jaring pengaman terhadap kemungkinan PHK.

4. Belajar Keterampilan Baru

Mempelajari berbagai keterampilan baru tidak hanya akan membuat Anda menjadi lebih kreatif. Tetapi juga mengurangi ketergantungan Anda untuk membeli berbagai keperluan baik berupa barang maupun jasa.

Jangan mengandalkan para profesional untuk melakukan pekerjaan untuk Anda, salah satu investasi terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mendidik diri sendiri. Selain itu banyak keterampilan yang dapat Anda pelajari, misalnya keterampilan untuk mengelola keuangan, memasak, bercocok-tanam, dan lain-lain.

Dalam hal ini Anda dapat mengikuti kursus online atau mendaftar pada lembaga pelatihan terdekat. Serta Anda juga dapat belajar secara otodidak dengan materi yang banyak tersedia pada internet.

5. Identifikasi Sumber Daya Komunitas

Seringkali, sejumlah program komunitas tersedia untuk membantu selama krisis ekonomi. Ini dapat berkisar dari dana darurat untuk pendidikan hingga dana bantuan untuk kebutuhan pokok.

Cari tahu apa yang akan Anda butuhkan dan lihat apakah ada institusi, organisasi, atau individu yang dapat menyediakannya, dan cari tahu kriterianya. Kemudian simpan daftar terbaru dari sumber daya tersebut untuk referensi pada masa mendatang.

6. Melakukan Investasi

Pada saat Anda memiliki penghasilan tambahan, melakukan investasi merupakan sebuah pilihan bijak. Karena selain dapat menjadi sumber penghasilan pasif, Anda tidak akan pernah tahu kapan resesi terjadi dan apa dampaknya bagi diri Anda.

Banyak pilihan investasi yang tersedia, seperti saham, valuta asing, logam mulia, properti, reksa dana dan obligasi. Tentunya dari berbagai pilihan tersebut masing-masing memiliki risiko tersendiri. 

Penutup

Dengan mengetahui dan menerapkan bagaimana cara mengatasi resesi tadi, akan membuat Anda siap menghadapi berbagai kondisi ekonomi. Serta membantu meningkatkan anggaran Anda, mengurangi stres, saat kondisi perekonomian memburuk.

Apakah Anda mengalami resesi atau ledakan ekonomi, Anda tetap perlu memperhatikan keuangan pribadi. Untuk memastikan Anda mempertahankan kondisi keuangan yang aman dan sehat untuk saat ini dan masa depan.

Share this:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Prostitusi Dari Masa ke Masa

Pertimbangan Sebelum Membeli Komputer Stick Intel

Reddit Ancam Publisher yang Memasang Anti Ad-Blocker

Azus Zenphone Selfie Bagi Penggemar Selfie

Perilaku Seksual Menyimpang Anjing Laut