Rabu, 08 Februari 2017

Google Hapus 1,7 Milyar Iklan Online


iklan-online
Jika Anda sering merasa terganggu saat berselancar di internet dengan kemunculan iklan-iklan yang tidak diinginkan, nampaknya hal itu menjadi perhatian serius bagi perusahaan informatika raksasa. Google pada hari Rabu minggu lalu menyatakan telah menghapus sekitar 1,7 miliar iklan internet yang dikategorikan sebagai "bad advertisement" dari berbagai situs pada tahun 2016, melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding jumlah tahun sebelumnya.


Google mengambil beberapa langkah tegas untuk menindak iklan-iklan yang bersifat menipu, termasuk memperbarui kebijakan untuk melindungi pengguna dari "penawaran menyesatkan dan memaksa." Hal itu juga disertai dengan peningkatkan teknologi untuk membantu mengidentifikasi iklan menyesatkan dan menghapusnya, menurut Scott Spencer, direktur manajemen produk Google.

Web gratis dan terbuka merupakan sumber daya penting bagi individu dan bisnis di seluruh dunia, dan iklan memainkan peran dalam memastikan pengguna memiliki akses yang akurat dan berkualitas ke informasi online, katanya.

iklan-internet
Iklan jahat dapat merusak pengalaman pengguna bagi pelanggan, Spencer memperingatkan. "Iklan jahat pada akhirnya menimbulkan ancaman bagi pengguna, mitra Google dan keberlanjutan Web terbuka sendiri." Iklan jahat telah mendatangkan masalah besar bagi Google dan sejumlah situs media sosial lainnya, karena kemunculannya dapat mengikis kepercayaan yang mereka miliki dengan pelanggan dan pengiklan.

"Untuk Google, Facebook, dan sejumlah orang lain, hal itu merupakan masalah yang sedang berlangsung," kata Rick Edmonds, analis bisnis media di Poynter.
"Pengiklan akan kecewa jika banyak tayangan yang mereka bayar, dicurangi atau disajikan untuk bot komputer daripada pelanggan manusia yang potensial," katanya kepada E-Commerce Times.

Di antara perubahan spesifik yang dikeluarkan oleh Google adalah larangan iklan jenis tertentu yang menawarkan pinjaman. Mulai bulan Juli lalu, iklan yang menawarkan pinjaman dengan masa jatuh tempo dalam waktu 60 hari telah dilarang. Amerika Serikat sendiri, telah melarang iklan pinjaman dengan tingkat pengembalian lebih dari 36 persen. Google sendiri telah menonaktifkan sekitar lebih dari 5 juta iklan pinjaman gaji dalam enam bulan sejak larangan dimulai, menurut Spencer.

Google juga meningkatkan teknologi untuk menindak "jebakan mengklik '', yaitu  iklan yang sering muncul sebagai peringatan sistem, yang menipu pengguna untuk mendownload malware. Mereka telah mendeteksi dan mencatat setidaknya lebih dari 112 juta dari iklan jenis tersebut. Enam kali lebih banyak dari tahun sebelumnya .

Sebagai bagian dari tindakan keras terhadap iklan untuk obat-obatan ilegal, Google telah menghapus sekitar 68 juta iklan kesehatan yang melanggar aturan, naik sekitar 12 juta iklan dari tahun sebelumnya, dan menghapus lebih dari 17 juta iklan jahat yang melanggar hukum perjudian.

Bagian lain dari tindakan Google adalah yang termasuk iklan menyesatkan - misalnya, obat penurun berat badan ajaib, menurut Spencer mereka telah menurunkan sekitar 80 juta iklan menipu dan menyesatkan jenis ini.

Iklan mobile auto-klik, iklan yang muncul di ponsel dan mendorong pengguna untuk masuk ke app store dan mengarahkan untuk menginstal aplikasi yang tidak diinginkan. Lebih dari 23.000 iklan auto-klik telah terdeteksi dan dihapus pada tahun 2016, yang mengalami peningkatan besar dari tahun 2015.

Selain itu perusahaan raksasa internet itu juga telah mendeteksi sekitar 7 juta iklan yang dirancang untuk mengelabui sistem deteksi yang mereka jalankan. Salah satu versi dari jenis ini yang mengalami peningkatan adalah "cloakers tabloid", teknik scammers yang menyembunyikan iklan di belakang link berita atau tren cerita. Google telah menangguhkan lebih dari 1.300 akun yang dinilai scam, menurut Spencer. Selama satu sapuan pada bulan Desember, mereka telah menonaktifkan 22 cloakers yang bertanggung jawab terhadap iklan yang dilihat oleh lebih dari 20 juta orang.

online-ads
Google tidak mengungkapkan berapa banyak pendapatan yang mungkin telah hilang sebagai akibat dari tindakan mereka tersebut. Walaupun pada akhirnya tindakan tersebut dilakukan untuk keuntungan perusahaan, namun harus tetap membuat pelanggan merasa lebih yakin bahwa link disarankan dan mereka klik adalah sah, menurut Michael Jude, seorang manajer program di Stratecast/Frost & Sullivan.

"Konsumen pada umumnya akan mengabaikan semua iklan, setelah mereka telah mendapati beberapa pengalaman buruk," katanya kepada E-Commerce Times. "Hal itu mungkin benar-benar dapat melindungi pendapatan mereka jika Google dan lain-lainnya dapat mempertahankan reputasinya untuk iklan yang sah dan berguna".

Jika Anda seorang praktisi SEO ataupun online marketing, kebijakan Google ini merupakan bahan pertimbangan baru untuk mengevaluasi strategi ataupun teknik marketing yang sudah ada.