Jumat, 27 Januari 2017

Pengobatan Gigi Revolusioner - Menambal Gigi Tanpa Bor

Ada banyak alasan untuk membuat kita enggan ke dokter gigi, entah itu takut disuntik, trauma dengan rasa sakitnya dan yang paling klasik adalah rasa ngilu ketika gigi sedang dibor. Alasan-alasan tadi seolah menjadi pembenaran untuk lebih memilih menahan sakit atau mengobatinya sendiri, dari pada harus berhadapan dengan dokter gigi. Kabar baiknya, belum lama ini para ilmuwan telah menemukan pengobatan gigi revolusioner terbaru yang akan memungkinkan gigi kita untuk dapat pulih dengan sendirinya.

Dalam sebuah laporan ilmiah yang baru dipublikasikan, peneliti di King College London mengklaim bahwa obat yang selama ini dikenal untuk mengobati penyakit Alzheimer juga dapat digunakan dalam proses pengobatan gigi, yaitu untuk merangsang pembaharuan sel-sel induk dalam gigi kita. Artinya dengan teknik yang tepat, obat tersebut dapat digunakan untuk mengisi lubang pada gigi dan memaksa gigi untuk memperbaiki dirinya.

Sebenarnya gigi kita ternyata mampu meregenerasi sejumlah kecil dentin (jaringan super-keras yang menyusun sebagian besar gigi) setelah mereka rusak atau mulai membusuk, tetapi sayangnya hal itu tidak cukup untuk benar-benar dapat melindungi gigi terhadap kerusakan yang lebih lanjut . Inilah sebabnya mengapa dokter gigi akan mengebor gigi yang berlubang, lalu setelah dentin yang baru terbentuk, baru mulai menambal lubang gigi tersebut dengan semen. Sejauh ini metoda itu adalah pengobatan yang handal, akan tetapi mendatangkan rasa yang sangat tidak mengenakkan bagi banyak orang, belum lagi setelah sekian lama waktu berjalan tambalan tersebut perlu diganti, yang jika tidak diganti dapat menimbulkan kerentanan terhadap infeksi.

Berlawanan dengan metode pengobatan yang aggresif tadi, metode pengobatan yang baru ditemukan ini, dokter gigi hanya merendam spons biodegradable dengan obat Alzheimer, kemudian memasukkannya ke dalam lubang gigi, dan membutuhkan waktu sekitar enam minggu bagi sel-sel induk untuk berproses, misalnya menyembuhkan gigi dari dalam ke luar.

Sayangnya untuk saat ini, metode pengobatan gigi ini baru pada tahap percobaan yang telah berhasil diuji coba pada gigi tikus. Banyak pihak yang berharap agar percobaan pada gigi manusia untuk segera mulai, karena sejauh ini obat aktif yang digunakan di dalamnya telah terbukti aman untuk pasien Alzheimer.

Nampaknya banyak orang yang berharap agar metode pengobatan ini berhasil dikembangkan dan dapat menggantikan metode penambalan lubang gigi dengan proses pengeboran. Akankah mesin bor gigi modern akan menjadi terlihat kuno seperti perlatan dokter gigi abad pertengahan, dengan munculnya metode pengobatan yang lebih canggih?