Senin, 18 April 2016

Drone Milik Jepang Memulai Misinya di Orbit Venus


Akatsuki pesawat ruang angkasa tak berawak milik Jepang hampir saja tidak mencapai orbitnya di sekitar planet Venus, tapi jelas bahwa upaya untuk menempatkan kembali ke jalurnya terbayar. Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) baru saja menera hasil rician ilmiah pertama dari probe tersebut, dan hal itu menunjukkan kita masih harus banyak belajar tentang planet terdekat kita.

Salah satu hasilnya menunjukkan perilaku awan yang menyelimuti Venus tidak sepenuhnya sesuai dengan perkiraan yang diharapkan para peneliti. Hasil dari gambar inframerah terlihat lapisan padat awan multi-layer yang menunjukkan bahwa pembentukan awan di planet tersebut lebih kompleks daripada pernah dipikirkan, dan pembentukan awan berbentuk busur yang muncul secara tidak biasa yang berputar seiring - sinkron dengan permukaan Venus, bukan dengan atmosfernya. Ada kemungkinan hal itu berpengaruh besar pada fitur di tanah di planet Venus.

Sebelumnya probe tersebut sempat mengalami banyak kendala, orbit yang lebih panjang dari yang direncanakan, sehingga akan mengurangi kesempatannya untuk mengambil gambar rinci dengan resolusi tinggi dari Venus, juga, penundaan misi tersebut selama beberapa tahun hampir menggagalkan misi tersebut - akumulasi uap air menyebabkan salah satu kameranya gagal beroperasi selama sekitar satu bulan. Namun, tim ini optimis untuk masa depannya, Akatsuki sekarang telah memulai operasi rutinnya, dengan orbit yang sangat eksentrik akan memberikan kesempatan untuk melacak fitur-fitur utama Venus dalam waktu lama.