Rabu, 23 Maret 2016

Smart Scalpel - Pisau Bedah Pintar Asal Belgia


Smart Scalpel "pisau bedah pintar" yang dikembangkan oleh peneliti bernama David Oliva Uribe di Brussels, Belgia tidak terlihat atau bahkan bekerja seperti pisau bedah konvensional. Bukannya memiliki mata pisau, tetapi memiliki bidang yang kaya sensor di ujungnya, sehingga scalpel ini bukannya memiliki kemampuan untuk memotong organ tubuh manusia, tetapi dia bisa membedakan antara tumor kanker dan jaringan otak normal. Seorang ahli bedah cukup menggeseknya di permukaan otak untuk mendapatkan hasil scanning visual atau status jaringan dalam setengah detik. Alat ini sangat berguna untuk menemukan tumor tahap awal, yang masih terlihat mirip dengan jaringan sehat.


Uribe menjelaskan:
"Meskipun teknik pencitraan seperti MRI dan USG menemukan tumor sudah akurat sebelum operasi, saat membuka tengkorak dari seluruh prosedur bedah ada banyak faktor yang dapat menyebabkan hilangnya lokasi tumor tersebut, sehingga reseksi (pengangkatan tumor) tergantung pada pengalaman, serta indera penglihatan dan sentuhan ahli bedah. "
Namun, sampai saat ini smart-scalpel baru diuji pada otak babi dan tumor buatan, sehingga masih perlu waktu bertahun-tahun lagi dan diuji coba pada manusia sebelum dapat digunakan di kamar operasi.

Pada percobaan lain smart-scalpel dengan penggunaan warna, membuatnya bisa ditweak untuk digunakan pada organ lain dari tubuh, seperti perut dan usus.

Sejauh ini Uribe bukan satu-satunya ilmuwan yang mengembangkan alat yang menurunkan resiko pada operasi kanker dan pengangkatan tumor, pada tahun 2013, para peneliti dari London Imperial College menciptakan "pisau pintar" yang dapat membedakan kanker dari jaringan sehat untuk mencegahnya terpotong pada saat operasi.