Minggu, 05 Juli 2015

OxygenOs - Android Ala OnePlus

Tahun lalu, banyak vendor ponsel pintar asal Tiongkok yang mencoba menjegal produsen multinasional seperti Samsung dan HTC dengan penawaran setengah harga untuk spesifikasi yang sama. Kini, hal tersebut mungkin akan sedikit berubah dengan membuat sistem operasi besutan sendiri.

OnePlus yang sukses menghasilkan OnePlus One mencoba membuat sistem operasi besutannya sendiri dengan nama OxygenOS. Kehadirannya agak sedikit terlambat dari yang sudah dijadwalkan.

OxygenOS ini sudah bisa dinikmati oleh pengguna OnePlus dengan cara mengunduhnya secara langsung. Sistem operasi besutan sendiri ini pada dasarnya merupakan penyegaran yang sederhana dari Android 5.0 Lollipop.

Dalam sebuah postingan di blog resminya, perusahaan menyebutkan mereka perlu menghadirkan OxygenOS sebagai perangkat lunak dengan pendekatan sederhana untuk kembali ke basic.

"Kami menempatkan hal-hal seperti kinerja dan daya tahan baterai untuk lebih dari sekedar gimmick," tulis pihak OnePlus, seperti dikutip dari The Verge.

Itu artinya adalah bahwa perangkat lunak tidak terlihat jauh berbeda Android pada umumnya pada perangkat Nexus. Namun, ada beberapa fitur yang ditambahkan, seperti cara pintas gerakan saat membuka layar yang dalam keadaan mati.

Menu 'seting cepat' juga diperluas dengan beberapa tambahan yang sederhana, namun stabil,cepat dan fungsional.

OnePlus mengatakan tujuan kehadiran dari OxygenOS adalah untuk memberikan pengalaman lebih cepat dan layanan yang terintegrasi dengan baik bagi pengguna OnePlus One. 

Diharapkan kehadiran OxygenOS ini dapat menjadi sistem operasi default di OnePlus Two yang kabarnya akan dirilis dalam waktu dekat. Ini juga sekaligus menjadi penegas putusnya hubungan antara perusahaan ini dengan Cyanogen.

OnePlus merasa kecewa karena Cyanogen menggandeng secara eksklusif perusahaan asal India, Micromax.