Rabu, 03 Juni 2015

Thailand Berencana Membangun Terusan Kra

Terusan Thai (sebelumnya disebut Terusan Kra atau Terusan tanah genting Kra) adalah rencana untuk terusan yang akan melewati Thailand selatan untuk mempersingkat transportasi di wilayah tersebut, seperti Terusan Panama dan Terusan Suez, karena Semenanjung Malaya memperpanjang rute transportasi di sekitar Asia, terusan melalui tanah genting Kra diusulkan pada tahun 1677, ketika Raja Thai Narai yang Agung meminta insinyur Perancis de Lamar untuk meneliti kemungkinan membangun terusan yang menghubungkan Songkhla dengan Myanmar.

Menurut berbagai sumber, Thailand dan RRC telah menandatangani kesepakatan kerjasama di Guangzhou, RRC untuk menjalin kerjasama dalam pembangunan proyek-proyek raksasa di negeri gajah putih tersebut, salah satu mega proyek tersebut adalah pembangunan terusan Tersebar di kawasan Kra dengan panjang sekitar 102 km yang menghubungkan pantai barat dan timur negeri itu.

Meski belum diketahui kapan proyek itu akan dimulai, namun di beberapa laman sosial sudah beredar gambar-gambar pertemuan antara wakil pihak Thailand dan China yang terlibat dalam nota kesefahaman (MoU) diantara kedua negara. Menurut MoU tersebut, panjang Terusan Kra direncanakan akan memiliki panjang sekitar 102 kilometer, jauh lebih panjang dari Terusan Panama (77 km), dengan lebar 400 meter, dan kedalaman sekitar 25 meter dan dibangun dengan dua jalur lintasan kapal.

Dengan dibangunnya terusan yang panjangnya melebihi terusan Suez ini, maka kapal-kapal internasional yang selama ini datang dari arah Samudera Hindia menuju Cina, Australia atau kawasan Pasifik tidak perlu lagi melewati Selat Malaka ataupun Selat Lombok. Keuntungan lain seperti yang dikemukakan banyak pihak adalah hematnya ongkos perjalanan kapal, waktu tempuh yang singkat dan menghemat lebih dari 1200 km perjalanan, dan aman dari ancaman perompak yang berkeliaran di Selat Malaka.
Menurut analis industri regional, dengan dibangunnya Terusan Kra siap ini akan menyumbangkan hal-hal positif bagi pembangunan ekonomi negara-negara di kawasan tersebut seperti Laos dan Vietnam.