Kamis, 25 Juni 2015

Penderita HIV di Blitar Meningkat

Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Blitar berpotensi meningkat pesat. Terhitung sampai bulan Mei 2015 jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS (Odha) sudah mencapai 65 orang. Pergerakan grafik tahun ini, relatif lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2013 jumlah Odha 140 orang. Sedangkan tahun 2014 sebanyak 165 orang. Tahun ini, di bulan Mei saja sudah 65 orang,“ ujar Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi kepada wartawan, Kamis (25/6/2015).

Sebanyak 18 dari 65 Odha tercatat telah meninggal dunia. Mereka berasal dari berbagai lapisan sosial. Di antaranya pekerja kasar, buruh migran, eks pekerja seksual hingga ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya.

Kata Eko, korban terinfeksi virus HIV/AIDS akibat penggunaan jarum suntik narkoba dan tidak sedikit juga karena pergaulan bebas, dan sering gonta-ganti pasangan.

"Pendataan terus kita intensifkan. Karenanya tidak tertutup kemungkinan jumlah kasus masih akan terus bertambah,“ terang Eko.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Kuspardani menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk kelompok kerja (pokja) khusus menangani masalah HIV dan TBC. Pokja itu bernama TB HIV.

"Yakni Pokja untuk penanganan penyakit Tuberculosa (TBC) dan HIV," ujar Kuspardani.

Penyakit TBC diidentifikasi memiliki keterkaitan langsung, dan tidak langsung dengan HIV. Dalam sejumlah kasus penderita HIV selalu mengidap TBC. Sebab secara medis TBC berpotensi kuat menjadi penyakit penyerta HIV.

“Pokja ini beranggotakan petugas medis rumah sakit, puskesmas dan ormas. Pokja melakukan sosialisasi ke masyarakat yang intinya mencegah penyebaran penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya itu,“ jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Abdul Munib berharap penanganan kasus odha dilakukan seserius mungkin. Ia meminta pokja yang sudah terbentuk untuk lebih aktif melakukan penyuluhan ke masyarakat. Khususnya kepada lapisan sosial yang masih awam dengan HIV/AIDS.

"Itu merupakan langkah deteksi dini. Sebab fenomena yang ada tidak sedikit ibu rumah tangga yang menjadi korban karena suaminya yang bermasalah di luar, “ujar Munib.