Kamis, 25 Juni 2015

Google Akan Buka Data Center Ke 14 di Alabama

Google akan segera membuka data centernya yang ke-14 di Alabama, Amerika Serikat. Uniknya, bangunan yang akan dipakai oleh Google ini dulunya adalah sebuah pembangkit listrik bertenaga batu bara.

Pembangkit listrik dengan tenaga batu bara identik dengan polusi asap yang ditimbulkannya. Sementara data center milik Google akan go green karena menggunakan energi terbarukan sebagai tenaganya, seperti dilansir Washington Times, Kamis (25/6/2015).

Google belum menetapkan energi terbarukan jenis apa yang akan mereka gunakan di data center anyar tersebut. Namun raksasa mesin pencari itu menyebut dua pilihan energi terbarukan yang bisa mereka pakai, yaitu tenaga matahari dan angin.

Mereka juga akan memanfaatkan beberapa infrastruktur seperti jalur kelistrikan yang sudah ada untuk dikawinkan dengan teknologi terkini, yang kemudian bisa menghasilkan tenaga listrik untuk memberi tenaga data centernya selama 24 jam penuh.

Google menginvestasikan dana sekitar USD 600 juta untuk membangun data center keenamnya ini di AS. Dan ketika sudah berjalan, diperkirakan akan membuat sekitar 100 pekerjaan baru bagi warga sekitarnya.

Selain data center di Alabama ini, ada dua data center Google lain di AS yang juga menggunakan energi terbarukan. Yaitu yang terletak di Iowa dan Oklahoma, keduanya menggunakan tenaga listrik dari angin.