Rabu, 24 Juni 2015

BI Bersiap Antisipasi Dampak Bangkrutnya Yunani

Isu keluarnya Yunani yang tidak mampu membayar utang sehingga harus keluar dari Eropa membuat seluruh negara harus mempunyai persiapan yang kuat. Pasalnya, perekonomian global akan terguncang dengan kejadian tersebut.
"Ini lebih pada confidence market global. Jadi, kita tentunya harus punya persiapan yang kuat," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro di kantornya, Rabu (24/6/2015).
Menurut dia, Indonesia perlu melakukan penguatan pada fundamental makro. Namun hal yang perlu diperhatikan, lanjut Bambang, dampak dari ekonomi Yunani akan berimbas ke seluruh dunia, tidak hanya pada beberapa negara.
"Kita jaga pada nilai tukar Rupiah, kita jaga pada fundamental makro tadi. Paling penting dari anggaran kita, dari defisit transaksi berjalan," ujar dia.
Sejauh ini Bambang menyatakan semua variabel yang dia jelaskan dalam kondisi bagus, kecuali nilai tukar Rupiah. Namun, pihaknya akan berupaya untuk menjaga fluktusi nilai tukar Rupiah.